JURNAL TINDAKAN KEPERAWATAN
PADA PASIEN DENGAN INDIKASI SPD KPD 9 JAM
DI RS AISYIYAH KUDUS
NAMA : RIZQI LUTFI AL HAKIM
NIM.
: 920173134
S1 KEPERAWATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KUDUS
2017/2018
PENGKAJIAN
Nama mahasiswa : Rizqi Lutfi AL Hakim
Hari/ Tanggal :
Jum’at, 21 Desember 2018
NIM. :
920173134
Tempat :
Ruang Aminah
Judul Jurnal. :
Teknik Dikstraksi dan Relaksasi
A.
Identitas Klien
1. Identitas Pasien
Nama
: Ny. T
Umur
: 25 Tahun
Agama
: Islam
Pendidikan
terakhir : SMA
Pekerjaan
: Ibu rumah tangga
Alamat
: Mlani Norowito,
Kudus
Tanggal
Partus : 20 Desember 2018
B. PENGKAJIAN
Ds : - Pasien mengatakan telah
dilakukan operasi SC tanggal 20 Desember 2018 pukul 08.30
-
Klien mengeluh nyeri pada perut bagian bawah bekas operasi
SC
P
: perut bagian bawah jahitan luka operasi SC, nyeri saat perut ditekan
Q
: Nyeri seperti diTekan tekan
R
: Perut bagian bawah yang terdapat jahitan operasi SC
S
: Skala 4-5
T
: Nyeri Timbul Jika bergerak
Do : - Pasien tampak lemas
-
Pasien menahan sakit
-
Perut bagian bawah terdapat jahitan operasi SC berbentuk
melintang
C. TINDAKAN
Tindakan yang saya lakukan terhadap pasien adalah mengajarkan pasien
mengajarkan teknik distraksi dan relaksasi untuk mengurangi nyeri.
TEHNIK DISTRAKSI
a. Pengertian
Distraksi merupakan manajemen nyeri
dengan tehnik memfokuskan perhatian pasien pada selain dari rasa nyerinya.
Tehnik distraksi dapat mengaktivasi sistem reticular yang dapat menghabat
stimulus yang menyakitkan. (Urden et al,2010)
b. Macam – macam tehnik Distraksi
1. Bernafas pelan – pelan
2. Menonton tv, membaca koran
3. Membayangkan hal – hal yang indah
sambil menutup mata
4. Mendengarkan musik yang disukai atau
suara burung serta gemericik air (Tamsuri, 2007)
5. Massase sambil menarik nafas pelan
D. PROSEDUR PELAKSANAAN
1. Bina hubungan saling percaya
2. Jelaskan prosedur kepada pasien
3. Menganjurkan posisi pasien yang
paling nyaman menurut pasien
4. Duduk dengan pasien tetapi tidak
mengganggu pasien
5. Lakukan pembimbingan dengan baik
terhadap pasien
6. Jika pasien menunjukkan tanda –
tanda , gelisah atau tidak nyaman. Perawat harus menghentikan latihan dan
memulainya lagi ketika pasien sudah siap.
·
Minta pasien untuk memikirkan hal – hal yang menyenangkan
·
Ketika pasien rileks, pasien berfokus pada bayangannya dan
saat itu perawat tidak perlu bicara lagi.
·
Menganjurkan pasien jika pasien menunjukkan tanda – tanda
agitasi, gelisah, atau tidak nyaman, perawat harus menghentikan latihan dan
memulainya lagi ketika pasien telah siap.
·
Relaksasi akan mengenai seluruh tubuh.
TEHNIK RELAKSASI
a. Pengertian
Relaksasi merupakan metode efektif
untuk mengurangi rasa nyeri pada pasien yang mengalami nyeri kronis.
b. Prosedur Pelaksanaan
1. Atur posisi pasien agar rileks,
tanpa beban fisik, posisi dapat duduk atau berbaring terlentang
2. Instruksikan pasien untuk menghirup
nafas dalam sehingga berisi udara bersih
3. Instruksikan untuk secara perlahan
menghembuskan udara secara perlahan
4. Instruksikan pasien untuk bernafas
normal
5. Setelah pasien merasa rileks, minta
pasien secara perlahan menambah irama pernafasan. Gunakan pernafasan dada atau
abdomen.
E. Analisis
Distraksi dan elaksasi nafas dalam merupakan metode yang paling efektif
terutama pasien yang mengalami nyeri. Kebanyakan orang memilih metode ini
sebagai metode non farmakologi untuk mengurangi nyeri. Berdasarkan tingkat
nyeri yang dialami Ny. T, metode ini sangat efektif untuk mengurangi nyeri pada
Ny. T karena adanya luka jahit post sectio caesarea sehingga merasa nyeri.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa distraksi dan relaksasi nafas
dalam sangat efektif dalam menurunkan nyeri, selain itu nafas dalam sangat
dapat meningkatkan ventilasi paru dan oksigenasi darah. (Koto, Yeni 2015)
Tehnik distraksi dan relaksasi nafas dalam adalah tehnik yang dilakukan
untuk menekan nyeri pada thalamus yang dihantarkan ke korteks cerebrum dimana
korteks cerebri sebagai pusat nyeri yang bertujuan agar pasien dapat mengurangi
nyeri selama nyeri berlangsung. Adapun hal yang perlu deperhatikan saat
relaksai adalah pasien harus dalam keadaan nyaman, pikiran pasien harus tenang
dan lingkungan yang tenang, suasana rileks dapat meningkatkan hormon endhorpin
yang berfungsi menghambat transmisi impuis nyeri.
F. REFERENSI
Tamsuri, A (2010). Konsep dan
penatalaksanaan nyeri. Jakarta : EGC HIM 1 – 36
Zaenal, Arifin 2009. Buku saku
praktikum kebutuhan dasar manusia, Jakarta, EGC.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar