Banyak dari kamu setelah lulus SMA ingin atau bercita-cita
untuk menjadi perawat tetapi bingung ingin memilih jenjang yang mana, D3 atau S1?. Cukup
banyak orangtua yang mengira bahwa dengan anaknya kuliah D3 masa depannya jadi
suram. Gak sedikit dari mereka berharap bahwa pekerjaan mudah didapat setelah
selesai gelar S1.
Untuk Keperawatan sendiri, Pendidikan dikategorikan dari SPK
(SMK), D1, D3, D4, S1, S1 Profesi, S2, S2 Profesi, PROFESSOR.
Untuk Mengetahui Lebih Jelas Tentang Jenjang Pendidikan
Keperawatan serta Fungsi dan Gelar yang akan diperolehnya, mari kita simak
penjelasan berikut dibawah ini.
1. SPK atau SMK atau Diploma I (D1) Keperawatan
Dalam Hal ini masih di perdebatkan bahkan beberapa ada yang
sudah di gantikan menjadi SMK Keperawatan atau SMK Kesehatan. Mereka
mempelajari pelajaran umum seperti Layaknya SMA atau SMU tetapi ada tambahan
Materi saat pembelajaran yaitu KEPERAWATAN. Mereka belajar konsep penyakit,
KDM,dsb. Sebelum tahun 2000–an Lulusan SPK/SMK ini masih di daya gunakan di
rumah sakit, Bahkan di beberapa rumah sakit masih ada yang SPK Keperawatan
bahkan menjadi senior ini.
Untuk saat ini Lulusannya di daya gunakan menjadi NURSE aids
atau Assisten Perawat. Beberapa Rumah sakit untuk alasan Cost effective masih
menggunakan jasa SPK atau SMK Keperawatan bahkan Homecare juga menjadi peminat
no.1 dengan alasan cost effective ini. Penjurusan ini pun masih dalam
Perdebatan di Kalangan KLINISI Keperawatan.
2. Diploma III (D3)
Untuk saat ini menjadi Primadona di kalangan umum buat
mereka yang ingin menuntut Ilmu Keperawatan. Bagaimana tidak, Lahan Kerja yang
banyak dan kesempatan untuk bekerja yang besar dijadikan alasan mereka yang
ingin menggeluti bidang keperawatan (walaupun gajinya tidak Jelas). Dikarenakan
sesuatu Hal Maka Jenjang pendidikan ini tidak dapat Menjadi Kepala Ruangan,
Apalagi untuk rumah sakit berstandar JCI atau type Rumah sakit A, Paling hanya
sebagai Koordinator perawat dan beberapa sertifikat mesti di punyai saat ingin
melamar kerja.
Pendidikan Diploma 3
Keperawatan, disebut juga dengan Akademi Keperawatan (Akper). Lama pendidikan 3
tahun. Lulusan Akper disebut juga Perawat vocasional atau Perawat terampil. Kuliah
di Akper, kamu akan ditempa di kampus dan di pelayaan kesehatan, seperti Rumah
Sakit, Puskesmas, Klinik persalinan, panti jompo, dan praktek ke masyarakat. Di
Akademi Keperawatan, kamu belajar teori 6 semester, tiap semester langsung di
praktekkan ke lapangan. Artinya, dapat teori langsung praktek, prakteknya tidak
dilabor saja, tetapi langsung ke pasien. Setelah tamat dari Akper, kamu akan
menyandang gelar Ahli Madya Keperawatan (AMd,Kep). Apa bila kamu telah tamat
Akper misalnya, ingin melanjutkan kuliah lagi di jurusan Keperawatan, maka kamu
bisa melanjutkan kuliah ke Fakultas Ilmu Keperawatan atau ke Program Studi Ilmu
Keperawatan. Lama pendidikan lanjutan kurang lebih tiga tahun.
3. Diploma IV (D4)
D4 memiliki KUALIFIKASI yang sama dengan S1, namun
KOMPETENSI-nya berbeda. Pendidikan vokasi merupakan Pendidikan Tinggi program
diploma yang menyiapkan Mahasiswa untuk pekerjaan dengan keahlian terapan
tertentu sampai program sarjana terapan. Pendidikan vokasi sebagaimana dimaksud
pada dapat dikembangkan oleh Pemerintah sampai program magister terapan atau
program doctor terapan. Apa yang dimaksud dengan “pendidikan vokasi” adalah pendidikan
yang menyiapkan Mahasiswa menjadi profesional dengan keterampilan/kemampuan
kerja tinggi.
Kurikulum pendidikan vokasi disiapkan bersama dengan Masyarakat
profesi dan organisasi profesi yang bertanggung jawab atas mutu layanan
profesinya agar memenuhi syarat kompetensi profesinya. Dengan demikian pendidikan
vokasi telah mencakup pendidikan profesinya. D4 sendiri dengan Lulusan Jurusan
Keperawatan akan mendapatkan gelar
Sarjana Sains Terapan (S.ST) yang didapatkan setelah melalui tahap
praktek klinik dengan masa pendidikan 8 semester hingga 10 semester. Lahan
kerja lulusan Jurusan Keperawatan adalah rumah sakit, institusi pendidikan,
lembaga penelitian, dan klinik perusahaan.
4. S1 Keperawatan + Ners
S1 Keperawatan dan Profesi Ners adalah hal yang paling
banyak ditanya, Bagaimana bisa S1 keperawatan tanpa Ners, lalu apa Fungsinya.
Jika kamu yang sudah menempuh jenjang S1 Keperawatan lalu bercita-cita bekerja
di rumah sakit, Mungkin itu hanya mimpi. Di karenakan S1 keperawatan harus
melengkapi diri dengan profesi sebagai syarat bekerja sebagai KLINISI atau
Rumah Sakit. Pasalnya NERS atau Professi itu adalah Acuan untuk bekerja di
Rumah Sakit. KOMPETENSI yang di dapat saat NERS adalah nilai baku yang di
gunakan nanti saat Berpraktik Sebagai Klinisi, baik di Rumah Sakit ataupun
Perusahaan Berkelas International.
Lalu Jika kamu hanya S1 Keperawatan tanpa NERS apakah bisa
Bekerja??
Tentu Bisa. Tetapi tidak sebagai Klinisi atau yang biasa
merawat Pasien tetapi lebih ke arah Managerial, Assurance, Kantor,etc. Yang
pastinya bukan untuk merawat pasien, Kecuali Klinik yang kecil-kecilan yang
biasanya tidak di tanya soal Professi Ners. Lama dari pendidikan S1 8 semester dan
ditambah Ners sekitar 2 semester, total 10 semester. Untuk gelar S1 yaitu (S.Kep).
ditambah Ners yaitu (Ns. S.Kep).
5. S2 Keperawatan dan Professi
Apa yang di pelajari adalah pemantapan dan penambahan ILMU
lain saat menempuh jalur S1 keperawatan. Mereka yang menempuh S2 Keperawatan
bisa mencapai karir ke MANAGERIAL atau DOSEN, CONSULTANT NURSE, Kepala Bidang
Keperawatan Atau Memimpin sekelas PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia),
Atau membidangi urusan medis di jalur independent atau anggota dewan,etc.
Program pendidikan Magister Ilmu Keperawatan memiliki
beberapa peminatan, yaitu:
· – Keperawatan Komunitas (Sp.Kep.Kom)
· – Keperawatan Maternitas (Sp.Kep.Mat)
· – Keperawatan Medikal Bedah (Sp.KMB)
· – Keperawatan Jiwa (Sp.Kep.Jiwa)
· – Keperawatan Anak (Sp.Kep.Anak)
S2 ini dilaksanakan dalam 4 semester dan program pendidikan
Spesialis-1 adalah pendidikan profesi jenjang kedua yang diselenggarakan dalam
waktu 2 semester. Program pendidikan Spesialis Keperawatan dilaksanakan setelah
mahasiswa menyelesaikan program pendidikan Magister Keperawatan dimana
mahasiswa melakukan registrasi administrasi dan akademik sesuai ketentuan
registrasi Universitas Indonesia. Lulusan Program Studi Magister akan
memperoleh gelar akademik Magister Keperawatan (M.Kep) dan gelar profesi Ners
Spesialis (Sp.) sesuai peminatannya.
6. S3 PROFESSOR
Biasanya menempuh pendidikan di sertai Riset atau Penelitian
yang nantinya di gunakan kemahslatan ilmu Keperawatan. Professor biasanya
diberikan sebagai gelar bagi mereka yang sudah berjasa dalam bidang reset dan
ilmu pengetahuan Khususnya dalam bidang keperawatan. Doktor adalah gelar
akademik tertinggi yang dapat diberikan kepada seseorang yang menempuh
pendidikan yang diperoleh dari perguruan tinggi.
Doktor merupakan jenjang
pendidikan Strata-3 atau biasa disingkat S3. Seseorang umumnya harus menempuh
perkuliahan (kelas) dan diakhir melakukan penelitian untuk menyusun disertasi.
Gelar Doktor ditulis di belakang nama lulusan program studi Doktor, dengan
mencantumkan huruf “Dr” dan dapat diikuti dengan inisial gelar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar